>dance like no one's watching<

Konsep Hidup Minder! Siapa Mau Coba?

Posted by: dickstar on: October 27, 2009

640 480

photo by dickstar

Minder itu paling dibenci sama militer. Minder itu sering dialamin sama laki-laki normal “kurang kaya” yang lagi ngedeketin cewe “kaya”. Minder itu kebalikan dari bodoh. (itu perasaan “pinter” deh!!)

Gara-gara Minder, akhirnya jadi kacau. Bayangin kalo pas kuliah, disuruh nyatet sama dosennya, gimana??!!. (itu perasaan “binder” deh!!)

Orang Minder pasti sering banget dikerjain orang. Minder itu beda-beda tipis sama rendah diri, saking rendahnya ya jadi Minder. (sama aja kaliii, sok diputer-puter biar keliatan panjang tulisannya!!).

Orang Minder, pasti senengnya menyendiri di tengah keramaian, walopun si Minder lagi di pasar. Gak ngebayangin kan lo kalo si Minder tuh saking parno sama yang namanya keramaian, si Minder nyumput di WC Umum Pasar Becek yang pastinya bauuu banget. Si Minder lebih milih nyumput di tempat gituan ketimbang sok cool di tempat rame. Kasian gak sih??? (kasian banget! sumpah kasiaan deh lo!!)

Sekadar tips, tapi penting lho. (penting buat lo doank kayanya deh!!)

Kalo lo Minder, mendingan lo hindarin deh tempat-tempat rame. Jangan pernah lo sekali-kali punya pikiran lo bakal dateng ke pestanya keluarga Bakrie, padahal jelas-jelas lo gak ada yang kenal sama sekali sama keluarga Bakrie kek, ato sama sopirnya Bakrie aja lo gak kenal. Jadi jangan nekat ya!! (yaiyalah, masa yaiyadonk!!)

Kalo pengen rasa Minder lo sedikit berkurang, lo cobain deh tiap bangun tidur lo ngaca, terus lo teriak-teriak, “gw ganteng, gw ganteng”. Gw jamin lo langsung dianggep gila karena gak mensyukuri nikmat yang udah dikasih sama yang Maha Kuasa. (Ya Ampuun sampe segitu desperatenya!!)

Sekarang coba lo hidup dengan konsep apa adanya. “Apa ada cewek yang mau ma gw??”, “Apa ada calon mertua yang mau nerima gw?”, “Apa ada orang yang bakal punya konsep hidup kaya gw?”. (sumpah, kasiaaan deh lo!!)

Jakarta, 27 October 2009

.::DS::.

Menkominfo, Facebook dan Poligami…

Posted by: dickstar on: October 23, 2009

Suatu hari di negeri antah berantah sedang terjadi pergolakan politik. Presiden terpilih sedang bingung untuk memilih orang-orang yang kompeten di bidangnya masing-masing untuk mengisi pos-pos jabatan Menteri. Sang Presiden sangat kebingungan, karena dia merasa ditekan sana-sini. Baik tuntutan partai-partai koalisi, maupun tuntutan media massa yang menyebutkan Presiden harus tegas memilih Menteri dari kalangan profesional.

Setiap harinya, rakyat negeri antah berantah merasakan aura ketegangan akibat terlalu banyak melihat tayangan “audisi” menteri di televisi yang di setting seakan-akan mirip dengan pemilihan Idola Cilik. Mereka bertanya-tanya, siapa yang menjadi menteri?

Di kalangan pegawai-pegawai departemen terus berdoa agar supaya Read the rest of this entry »

(LAGI) Kericuhan Saat Pembagian Sumbangan untuk Kaum Dhuafa!

“Ini diluar perkiraan kami!”

Penggalan pernyataan di atas sudah lumrah diucapkan oleh para pihak yang seharusnya bertanggung jawab penuh terhadap suatu peristiwa.

Salah satunya, peristiwa kericuhan pada saat pembagian sembako secara massal. Hal ini sudah sering terjadi di beberapa wilayah di negeri ini, malah sampai menimbulkan korban jiwa. Rakyat miskin (dhuafa) yang notabene “HAUS” akan Read the rest of this entry »

Siapapun dari kita saya yakin pasti pernah merasakan stress, down, drop, galau dan kata-kata lainnya yang menggambarkan suasana hati yang sedang kacau. Begitu juga halnya dengan saya. Yang paling banyak “diserang” virus stress adalah orang-orang muda yang pertama kali bekerja. Kenapa? karena mereka sedang memasuki masa transisi yang paling krusial untuk mulai menentukan masa depannya kelak. Usia remaja ketika seseorang telah lulus kuliah dan memasuki dunia kerja merupakan usia rentan. Mereka yang kuatlah yang mampu menghadapi “ujian” ini.

Usia remaja memang selalu identik dengan “pencarian jati diri”. Memantapkan eksistensi yang mereka kejar.

Di kantor, terkadang “si A mengeluh Bosnya begini enakan jadi si C”, “si B mengeluh Bosnya Read the rest of this entry »

“86 Jendral?”

Posted by: dickstar on: October 23, 2009

Saya dan sahabat semasa SMA (Sekolah Menengah Atas) sering berandai-andai menjadi sekumpulan pejabat militer yang memiliki jabatan penting di posnya masing-masing. Komunikasi ala militer pun sering kami gunakan. Seperti halnya kata “Merapat”, “Siap Jenderal” dan “86?”. Kami menyebut kesatuan kami dengan BRIGADE TERTINDAS, entah artinya apa, yang penting terdengar sangar.

Selepas SMA, saya dan beberapa sahabat melanjutkan kuliah ke UNPAD (Universitas Padjajaran) dan ITB (Institut Teknologi Bandung) di kota kembang, Bandung. Sahabat yang lain masih berdomisili di Bogor dan melanjutkan kuliah di UI (Universitas Indonesia), IPB (Institut Pertanian Bogor) dan STAN (Sekolah Tinggi Akutansi Negara). Komunikasi kami masih terjalin erat melalui media telepon seluler dan media online (kala itu masih era nya Friendster, Facebook belum setenar saat ini).

Setiap bulannya, saya dan sahabat yang berkuliah di Bandung kadang menjadwalkan untuk “pulang kampung”. Sampai di Bogor, Read the rest of this entry »

Tags:

Tuhan Baek Deh….

Posted by: dickstar on: October 22, 2009

Pagi itu Omin terlihat semangat sekali. Dia berangkat ke sekolah dengan riangnya, sambil bersiul dan berjalan tegap. Tidak biasanya, ya tidak biasanya Omin bertingkah sangat percaya diri seperti itu.

“Ceria kali kau min?”, tanya Bang Fadli, seorang penambal ban yang mangkal tepat di samping kediaman Omin.

“Iya dong bang, aku mau jadi artis hari ini di sekolahku Bang!”, sahut Omin.

Namaku Omin. Sekolahku terletak di tengah kota yang berhadapan langsung dengan sebuah situs milik negara paling tersohor, Istana Kepresidenan. Hari itu memang beda dari biasanya, seluruh siswa ramai berkeliaran di halaman sekolah. Di sudut kanan, terlihat segerombolan “berandalan” ingusan yang sedang menginterogasi adik kelasnya dengan gertakan dan dengan cara keroyokan. Sudut kiri pojok, anak-anak yang didominasi oleh siswa berkacamata tebal dan selalu membawa buku pelajaran ketika bel istirahat sudah berbunyi, bahkan sampai ketika menyembah Tuhan pun mereka tetap memegang buku.

“Hmm,.siapa sebenernya Tuhan mereka?!”, gumamku dalam hati.

Di bawah pohon besar dekat pagar sekolah, inilah tempatku bernaung, lebih tepatnya para siswa yang benar-benar bingung mau bergabung dengan genk mana di sekolah ini. Jadi berandalan? Read the rest of this entry »

Bukan Yang Pertama, Tapi Serasa Newbie…

Posted by: dickstar on: October 21, 2009

Kemarin malam saya tersentak ketika untuk kesekian kalinya saya teringat. Ya teringat mengenai hobi baru saya yaitu menulis. Sudah beberapa lama saya sudah tidak pernah menulis lagi, saya hapus semua blog-blog saya di berbagai weblogserver. Dulu masih coba-coba, tapi sekarang sudah mantap pilihan saya dengan akun di wordpress ini.

Just enjoy my blog.

Cheers,

DS