Posted by: dickstar on: December 23, 2009
Semua penggila tayangan sepak bola di layar kaca nasional pasti mengenal Dali Tahir. Dengan penampilan khasnya, rambut plontos, Dali Tahir sering muncul untuk memandu program tayangan sepakbola di televisi. Selain itu juga, Dali Tahir memangku jabatan strategis di PSSI (Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia) sebagai Ketua Komite Hubungan Luar Negeri.
Pertama kali saya melihat penampilan seorang Dali Tahir secara langsung sebagai Master of Ceremony adalah ketika acara peluncuran buku “Bapak Publik Kompasiana”, Pak Prayitno Ramelan. Dengan melempar joke-joke nya yang segar, Dali Tahir mampu “menyihir” suasana. Semua hadirin dibuatnya enggan beranjak dari tempat duduknya masing-masing. Belum lagi, sang empunya acara pun sama gila nya dengan sang pemandu acara. Sungguh fantastis penampilan duet Dali Tahir dan Prayitno Ramelan kala itu dalam hati saya. Sakit perut saya ini dibuatnya. Sampai-sampai, Rosiana Silalahi, yang kala itu didaulat menjadi moderator pun berseloroh, “Ini acara peluncuran buku, atau acara srimulat?”. Dan para hadirin pun tertawa dengan lepasnya.
Singkat cerita, Pak Dali Tahir pun diminta untuk menjadi Master of Ceremony di acara peluncuran buku Pak Chappy Hakim pada 17 Agustus 2009, yang bertepatan dengan ulang tahunnya yang ke 62 tahun. Semua hal yang dibutuhkan sudah saya kirimkan kepada bapak Dali Tahir melalui surat elektronik (email). Beliau pun membalasnya dengan tutur bahasa yang sangat membumi. Tidak banyak cerita. Cukup beliau tulis di dalam email yang mengingatkan saya perihal profil singkat pengisi acara.
Posted by: dickstar on: December 23, 2009
Siapa tidak tahu bahwa pada 17 Desember 2009 yang lalu telah terlaksana dengan sukses peluncuran dua judul buku sekaligus hasil karya Bapak Chappy Hakim di Airman Planet, The Sultan Hotel. Kedua judul buku tersebut adalah, Awas Ketabrak Pesawat Terbang! dan Tanah Air dan Udaraku Indonesia.
Buku Awas Ketabrak Pesawat Terbang! merupakan kumpulan tulisan Pak Chappy yang diunduh ke dalam blog-nya di Kompasiana ini. Jumlah tulisannya yang diterjunkan di Kompasiana ini sangat banyak, mungkin Pak Chappy sendiri tidak akan mudah mengingat berapa jumlah tulisan yang telah dihasilkannya di Kompasiana hingga saat ini. Karena dengan semangat berbagi/sharing, tulisan Pak Chappy setiap harinya mengalir bak air bah. Tak ada kata henti, terus dan terus mengalir deras.
Dengan judul yang sangat menarik dan unik, Pak Chappy mengajak kita untuk lebih menyadari arti kata “disiplin”. Penegakkan peraturan yang seolah-olah sudah terbiasa “diabaikan” oleh banyak pihak justru berakibat fatal, dan nyawa taruhannya. Di dalam buku ini juga, Pak Chappy menyorot mengenai kasus pidana Capt. Pilot. Marwoto yang divonis 2 tahun penjara. Peristiwa ini sangat mengejutkan dunia penerbangan internasional. Karena hal ini baru pertama kali terjadi di dunia. Sampai-sampai, Pak Pradjoto yang pada hari itu didaulat untuk menjadi pembedah buku mengatakan berkat tulisan-tulisannya yang diunduh di blog, Chappy Hakim berhasil “mempengaruhi” pengadilan didalam keputusan bebasnya Capt. Marwoto. Yang juga diamini oleh sang pengacara Marwoto, Moh. Assegaff yang hari itu juga hadir.
Hadir dengan sampul buku yang didominasi warna cerah, buku Awas Ketabrak Pesawat Terbang! diharapkan akan mampu menarik perhatian penikmat buku ketika memasuki toko buku. Setelah “tergoda” dengan warna bukunya, orang akan melihat judulnya dan gambar karikatur yang memenuhi sampul depan buku tersebut. Setelah itu, orang akan melihat nama dan profil singkat sang penulis. Dan selanjutnya, orang akan berkata di dalam hati, “Gue harus beli buku ini! Pasti keren nih buku!”.
Posted by: dickstar on: October 27, 2009

photo by dickstar
Minder itu paling dibenci sama militer. Minder itu sering dialamin sama laki-laki normal “kurang kaya” yang lagi ngedeketin cewe “kaya”. Minder itu kebalikan dari bodoh. (itu perasaan “pinter” deh!!)
Gara-gara Minder, akhirnya jadi kacau. Bayangin kalo pas kuliah, disuruh nyatet sama dosennya, gimana??!!. (itu perasaan “binder” deh!!)
Orang Minder pasti sering banget dikerjain orang. Minder itu beda-beda tipis sama rendah diri, saking rendahnya ya jadi Minder. (sama aja kaliii, sok diputer-puter biar keliatan panjang tulisannya!!).
Orang Minder, pasti senengnya menyendiri di tengah keramaian, walopun si Minder lagi di pasar. Gak ngebayangin kan lo kalo si Minder tuh saking parno sama yang namanya keramaian, si Minder nyumput di WC Umum Pasar Becek yang pastinya bauuu banget. Si Minder lebih milih nyumput di tempat gituan ketimbang sok cool di tempat rame. Kasian gak sih??? (kasian banget! sumpah kasiaan deh lo!!)
Sekadar tips, tapi penting lho. (penting buat lo doank kayanya deh!!)
Kalo lo Minder, mendingan lo hindarin deh tempat-tempat rame. Jangan pernah lo sekali-kali punya pikiran lo bakal dateng ke pestanya keluarga Bakrie, padahal jelas-jelas lo gak ada yang kenal sama sekali sama keluarga Bakrie kek, ato sama sopirnya Bakrie aja lo gak kenal. Jadi jangan nekat ya!! (yaiyalah, masa yaiyadonk!!)
Kalo pengen rasa Minder lo sedikit berkurang, lo cobain deh tiap bangun tidur lo ngaca, terus lo teriak-teriak, “gw ganteng, gw ganteng”. Gw jamin lo langsung dianggep gila karena gak mensyukuri nikmat yang udah dikasih sama yang Maha Kuasa. (Ya Ampuun sampe segitu desperatenya!!)
Sekarang coba lo hidup dengan konsep apa adanya. “Apa ada cewek yang mau ma gw??”, “Apa ada calon mertua yang mau nerima gw?”, “Apa ada orang yang bakal punya konsep hidup kaya gw?”. (sumpah, kasiaaan deh lo!!)
Jakarta, 27 October 2009
.::DS::.
Posted by: dickstar on: October 23, 2009
Suatu hari di negeri antah berantah sedang terjadi pergolakan politik. Presiden terpilih sedang bingung untuk memilih orang-orang yang kompeten di bidangnya masing-masing untuk mengisi pos-pos jabatan Menteri. Sang Presiden sangat kebingungan, karena dia merasa ditekan sana-sini. Baik tuntutan partai-partai koalisi, maupun tuntutan media massa yang menyebutkan Presiden harus tegas memilih Menteri dari kalangan profesional.
Setiap harinya, rakyat negeri antah berantah merasakan aura ketegangan akibat terlalu banyak melihat tayangan “audisi” menteri di televisi yang di setting seakan-akan mirip dengan pemilihan Idola Cilik. Mereka bertanya-tanya, siapa yang menjadi menteri?
Di kalangan pegawai-pegawai departemen terus berdoa agar supaya Read the rest of this entry »
Posted by: dickstar on: October 23, 2009
(LAGI) Kericuhan Saat Pembagian Sumbangan untuk Kaum Dhuafa!
“Ini diluar perkiraan kami!”
Penggalan pernyataan di atas sudah lumrah diucapkan oleh para pihak yang seharusnya bertanggung jawab penuh terhadap suatu peristiwa.
Salah satunya, peristiwa kericuhan pada saat pembagian sembako secara massal. Hal ini sudah sering terjadi di beberapa wilayah di negeri ini, malah sampai menimbulkan korban jiwa. Rakyat miskin (dhuafa) yang notabene “HAUS” akan Read the rest of this entry »
Posted by: dickstar on: October 23, 2009
Siapapun dari kita saya yakin pasti pernah merasakan stress, down, drop, galau dan kata-kata lainnya yang menggambarkan suasana hati yang sedang kacau. Begitu juga halnya dengan saya. Yang paling banyak “diserang” virus stress adalah orang-orang muda yang pertama kali bekerja. Kenapa? karena mereka sedang memasuki masa transisi yang paling krusial untuk mulai menentukan masa depannya kelak. Usia remaja ketika seseorang telah lulus kuliah dan memasuki dunia kerja merupakan usia rentan. Mereka yang kuatlah yang mampu menghadapi “ujian” ini.
Usia remaja memang selalu identik dengan “pencarian jati diri”. Memantapkan eksistensi yang mereka kejar.
Di kantor, terkadang “si A mengeluh Bosnya begini enakan jadi si C”, “si B mengeluh Bosnya Read the rest of this entry »
Posted by: dickstar on: October 23, 2009
Saya dan sahabat semasa SMA (Sekolah Menengah Atas) sering berandai-andai menjadi sekumpulan pejabat militer yang memiliki jabatan penting di posnya masing-masing. Komunikasi ala militer pun sering kami gunakan. Seperti halnya kata “Merapat”, “Siap Jenderal” dan “86?”. Kami menyebut kesatuan kami dengan BRIGADE TERTINDAS, entah artinya apa, yang penting terdengar sangar.
Selepas SMA, saya dan beberapa sahabat melanjutkan kuliah ke UNPAD (Universitas Padjajaran) dan ITB (Institut Teknologi Bandung) di kota kembang, Bandung. Sahabat yang lain masih berdomisili di Bogor dan melanjutkan kuliah di UI (Universitas Indonesia), IPB (Institut Pertanian Bogor) dan STAN (Sekolah Tinggi Akutansi Negara). Komunikasi kami masih terjalin erat melalui media telepon seluler dan media online (kala itu masih era nya Friendster, Facebook belum setenar saat ini).
Setiap bulannya, saya dan sahabat yang berkuliah di Bandung kadang menjadwalkan untuk “pulang kampung”. Sampai di Bogor, Read the rest of this entry »
Posted by: dickstar on: October 22, 2009
Pagi itu Omin terlihat semangat sekali. Dia berangkat ke sekolah dengan riangnya, sambil bersiul dan berjalan tegap. Tidak biasanya, ya tidak biasanya Omin bertingkah sangat percaya diri seperti itu.
“Ceria kali kau min?”, tanya Bang Fadli, seorang penambal ban yang mangkal tepat di samping kediaman Omin.
“Iya dong bang, aku mau jadi artis hari ini di sekolahku Bang!”, sahut Omin.
Namaku Omin. Sekolahku terletak di tengah kota yang berhadapan langsung dengan sebuah situs milik negara paling tersohor, Istana Kepresidenan. Hari itu memang beda dari biasanya, seluruh siswa ramai berkeliaran di halaman sekolah. Di sudut kanan, terlihat segerombolan “berandalan” ingusan yang sedang menginterogasi adik kelasnya dengan gertakan dan dengan cara keroyokan. Sudut kiri pojok, anak-anak yang didominasi oleh siswa berkacamata tebal dan selalu membawa buku pelajaran ketika bel istirahat sudah berbunyi, bahkan sampai ketika menyembah Tuhan pun mereka tetap memegang buku.
“Hmm,.siapa sebenernya Tuhan mereka?!”, gumamku dalam hati.
Di bawah pohon besar dekat pagar sekolah, inilah tempatku bernaung, lebih tepatnya para siswa yang benar-benar bingung mau bergabung dengan genk mana di sekolah ini. Jadi berandalan? Read the rest of this entry »
Posted by: dickstar on: October 21, 2009
Kemarin malam saya tersentak ketika untuk kesekian kalinya saya teringat. Ya teringat mengenai hobi baru saya yaitu menulis. Sudah beberapa lama saya sudah tidak pernah menulis lagi, saya hapus semua blog-blog saya di berbagai weblogserver. Dulu masih coba-coba, tapi sekarang sudah mantap pilihan saya dengan akun di wordpress ini.
Just enjoy my blog.
Cheers,
DS
Recent Comments