Dunia teknologi di akhir 70an mengalami perkembangan yang pesat. Salah satu perusahaan yang masih “kokoh” berdiri hingga saat ini adalah Apple dengan berbagai macam produk mutakhir yang mereka hasilkan termasuk operating system. Apple sangat tangguh dalam menghadapi segala macam tantangan, termasuk dari “musuh bebuyutan” nya yakni, Microsoft.
Apple lahir ke dunia pada April 1976 ketika Steve Wozniak mengenalkan komputer dengan label Apple 1 di ajang Homebrew Computer Club, Palo Alto, Amerika Serikat. Pada mulanya, Apple memasarkan perangkat CPU-nya saja tanpa alat tambahan lainnya seperti power supply, monitor dan keyboard untuk mengoperasikannya.
Perubahan radikal dilakukan oleh Steve Wozniak dan Steve Jobs ketika mereka memperkenalkan Apple 1 with secondary storage terbarunya pada Agustus 1976 dalam ajang konferensi microcomputer PC’76. Ketika itu, Apple 1 merupakan satu-satunya komputer yang berbasis microprocessor dan mendukung penuh penggunaan bahasa BASIC. Perubahan ini berhasil membuat banyak kalangan tertarik dan berdecak kagum.
Tak berhenti disitu, Steve Wozniak ternyata sudah siap dengan prototype untuk Apple II dengan serentetan perubahan yang tergolong mencengangkan pada masanya. Kenapa? Pada Apple II, Wozniak mulai mengembangkan aplikasi dan permainan yang diterapkan oleh Chris Espinosa. Ketika Apple II diperkenalkan di West Coast Computer Fair yang pertama, semua mata tertuju pada produk mutakhir tersebut. Produk ini sudah dilengkapi dengan keyboard, interface grafis berwarna dan teknologi lainnya.
Seiring dengan perkembangan teknologi dari waktu ke waktu, pada 1983 Apple meluncurkan Apple Lisa sebagai komputer yang pertama kalinya menggunakan GUI (Graphical User Interface). Tampilan GUI ini mencakup tampilan jendela, folder, menu pulldown, tombol klik, scroll bar, icon dan pointer mouse. Hal ini menambah kekaguman banyak orang terhadap proudk ciptaan Apple.
Perubahan radikal yang diakui banyak pihak adalah ketika Apple memutuskan untuk mengganti penggunaan processor PowerPC dengan Intel Processor. Untuk diketahui, PowerPC ini merupakan teknologi yang dibangun bersama antara Apple Computer dengan pihak IBM dan Motorola.
Intermediating Changes
Dengan Steve Jobs sebagai “dewa”nya, Apple sudah mampu mempengaruhi dunia dengan segala teknologi yang diciptakan. Apple menggunakan sistem “community basis” yang ketika itu jarang sekali digunakan. Sistem seperti ini sangat efektif untuk menggaet para loyalis terhadap produk yang diciptakan. Contohnya, Apple sudah bukan rahasia lagi banyak sekali paguyuban ataupun sejenisnya yang sangat “mendewakan” produk yang dirilis oleh Apple.
Seiring berkembangnya dunia teknologi dan bisnis, Apple menggunakan situs mereka sebagai etalase pamer untuk menjual semua produk yang telah dihasilkan. Mereka menggunakan terobosan online marketing untuk memasarkan produknya. Setiap orang yang berkeinginan membeli produk Apple, dapat mengakses situs mereka di www.apple.com dan membelinya dengan cara transfer dan kemudian barang akan dikirim. Bahkan untuk sekarang, berlaku untuk semua region (Asia, Amerika etc).
Creative Changes
Ketika banyak perusahaan bidang teknologi memproduksi barang dengan desain yang rumit (aerodinamis dll), maka Apple punya alasan tersendiri ketika mereka mengeluarkan produk MacBookWhite ke pasaran. Dengan standar desain minimalis dan sangat sederhana, Apple dapat “merengkuh” pangsa pasar yang notabene sebelumnya telah dikuasai oleh mereka yang selalu “menjejali” konsumen tanpa mencari tahu “keinginan” konsumen.
Perubahan kreatif yang dilakukan oleh Apple dalam segi desain pun terus berkembang dengan terus bermunculannya produk terbaru yang mereka hasilkan. Setelah sukses dengan produk pc/laptop, Apple mulai merambah ke dunia mobile phone and gadget. Di kelas ini, mereka mulai dengan mengenalkan iPhone dan iPod. Ketika semua orang sedang terperangah dengan kecanggihan teknologi blackberry, maka tak butuh waktu lama, Apple berhasil “menghajar” pangsa pasar blackberry tersebut ke tingkat yang mencengangkan.
Penggunaan teknologi “touch screen” sebagai daya tarik utama Apple ini merupakan terobosan kreatif di tengah-tengah kejenuhan banyak pihak terhadap teknologi yang telah tersedia dan begitu-begitu saja. Belum selesai semua orang terperangah dengan kecanggihan teknologi iPhone dan iPod, Apple kembali meluncurkan sebuah tablet pc dengan label iPad. Teknologi melakukan terobosan tiada henti oleh Apple.
Dalam penggunaan iPhone, iPod dan iPad, setiap pengguna diwajibkan menggunakan aplikasi iTunes sebagai wadah sinkronisasi data-datanya. Selain iTunes, maka jangan harap anda akan bisa menggunakan iPod anda sebagai media storage yang berguna. Ini merupakan langkah kreatif berikutnya yang dilakukan Apple dalam bidang penjualan.
Progressive Change
Banyak orang bertanya-tanya, kenapa Apple bisa begitu meledak? Cukup sederhana jawabannya. Apple tahu apa yang orang mau. Dengan melakukan komunikasi dua arah antara Apple dengan para pengguna di luar, maka Apple pun dapat mengetahui apa yang diinginkan “sebenarnya”.
Ketika semua orang banyak menggunakan media iklan televisi, radio, maka beda hal dengan Apple. Mereka banyak mengalokasikan dana mereka untuk menyebarkan informasi produk mereka melalui “BIG EVENTS” salah satunya perhelatan acara penghargaan untuk sineas terbaik dunia. Mereka berhasil menggunakan perhelatan acara tersebut sebagai “panggung jualan” mereka ke khalayak. Dan tak usah ditanya lagi tentang bagaimana angka penjualan setelahnya? Laku bak kacang goreng. Sampai-sampai, banyak orang rela antri demi mendapatkan iPad untuk pertama kali ketika diluncurkan.
Tags: apple, computer, technology
Recent Comments